GESAHKITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taji pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026). Indeks melonjak 74,42 poin atau 0,84% ke level 8.933,61, yang menjadi rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high) baru.
Pasar mencatat aktivitas yang sangat ramai dengan nilai transaksi menembus Rp34,14 triliun. Sebanyak 428 saham menguat, mengimbangi 256 saham yang melemah. Kapitalisasi pasar kini mencapai Rp16.337 triliun.
Beberapa poin penting dari perdagangan hari ini meliputi:
-
Dominasi Saham Komoditas: Saham BUMI memimpin nilai transaksi sebesar Rp4,02 triliun, disusul DEWA (Rp2 triliun), dan AMMN (Rp1,29 triliun).
-
Pasar Negosiasi: Terjadi transaksi jumbo di saham DEWA senilai Rp270,1 miliar dan saham BBRI senilai Rp215,2 miliar.
-
Sektoral: Sektor barang baku mencatatkan penguatan terbesar, sementara sektor energi justru mengalami koreksi terdalam.
-
Top Movers: Saham AMMN, BBCA, BBRI, MDKA, dan PTRO menjadi motor utama penguatan indeks. Sebaliknya, BMRI dan TLKM menjadi penahan laju IHSG.
Investor tetap waspada terhadap volatilitas pasar akibat guncangan geopolitik di Amerika Latin.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat memicu ketidakpastian global yang memengaruhi bursa Asia-Pasifik secara beragam.
Nikkei Jepang melonjak ke rekor tertinggi, sementara Kospi Korea Selatan justru melemah.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Desember 2025 sebesar 2,92%.
Angka ini lebih tinggi dari tahun 2024 (1,57%) dan menjadi yang tertinggi sejak 2023. Kelompok makanan masih menjadi pendorong utama inflasi nasional dengan andil 0,48%.










