GESAHKITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada pembukaan perdagangan Rabu (21/1/2026). Indeks merosot 40,27 poin atau 0,44 persen ke level 9.094,43. Pelemahan ini turut menyeret kapitalisasi pasar turun ke angka Rp16.559 triliun di tengah gejolak pasar global dan ketidakpastian moneter domestik.

Pasar hari ini memusatkan perhatian pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Langkah BI menjadi sangat krusial mengingat posisi Rupiah telah menyentuh level terendah sepanjang masa (All Time Low).

- Advertisement -

Berdasarkan konsensus 13 lembaga, pasar memperkirakan BI akan mengambil langkah konservatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Sementara, Bank Indonesia diperkirakan akan mengambil langkah aman dengan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu hari ini.

Jika prediksi ini tepat, maka ini akan menjadi kali keempat BI menahan suku bunga sejak pemangkasan terakhir pada September 2025 lalu.

Ketidakpastian global meningkat tajam setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif terkait isu Greenland. Hal ini memicu aksi jual di Wall Street yang kemudian merembet ke bursa Asia-Pasifik pagi ini.

  • Jepang: Nikkei 225 anjlok 1,28%.

  • Korea Selatan: Kospi turun 1,09%.

  • Australia: S&P/ASX 200 dibuka melemah 0,32%.

Di sisi lain, investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven), yang menyebabkan harga emas kembali mencetak rekor tertinggi baru.