GESAHKITA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengungkap rahasia di balik kesuksesan emas Indonesia mendominasi pasar internasional. Perusahaan memastikan bahwa kualitas kemurnian emas produksi dalam negeri melampaui standar rata-rata yang ditetapkan pasar global.
Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa keunggulan spesifikasi produk menjadi faktor utama yang memperkuat posisi tawar emas Indonesia di mata investor dunia.
“Sebagai contoh Antam, standar dunia LBMA itu adalah 99,5%. Tapi Antam kita mempersembahkan suatu produk yang nilainya 99,99%,” ungkap Handi dalam acara Gold Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Antam juga menawarkan tingkat kemurnian , yang berarti berada di atas ambang batas minimal London Bullion Market Association (LBMA) sebagai acuan perdagangan emas dunia. Selisih persentase ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pembeli internasional.
Selain aspek teknis, Antam menjual keamanan dan etika sebagai nilai tambah utama. Perusahaan menerapkan prinsip rantai pasok bahan baku yang ketat untuk menjamin legalitas sumber emas.
“Ibaratnya LBMA itu emas berakhlak. Jadi Bapak-Ibu tidak hanya emasnya kadar yang murni kami pastikan, tapi tenang memegangnya. Bebas dari terorisme, pencucian uang, collusion, child labor, and so on and so forth,” tegas Handi.
Komitmen terhadap standar tinggi ini—baik dari sisi kemurnian maupun etika produksi—membangun reputasi emas Indonesia sebagai aset investasi yang aman, legal, dan berkualitas premium di pasar global.










