GESAHKITA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat merespons pengunduran diri sejumlah pimpinan puncaknya dengan menetapkan Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti. Langkah ini bertujuan menjamin kesinambungan kepemimpinan serta kelancaran pengawasan sektor jasa keuangan.
Keputusan jabatan Pejabat Pengganti ini resmi berlaku efektif mulai 31 Januari 2026.
Daftar Pejabat Pengganti yang Ditetapkan
OJK menunjuk dua nama senior untuk mengisi kekosongan jabatan krusial:
-
Friderica Widyasari Dewi: Menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
-
Hasan Fawzi: Menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Kronologi Pengunduran Diri Pimpinan OJK
Penunjukan ini menyusul gelombang pengunduran diri yang terjadi pada Jumat malam (30/1/2026):
-
Pukul 18.30 WIB: Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi menyatakan mundur.
-
Pukul 18.30 WIB: Deputi Komisioner Pengawas Emiten IB Aditya Jayaantara turut menyampaikan pengunduran dirinya.
-
Pukul 21.15 WIB: Wakil Ketua Dewan Komisioner Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri.
Selain itu, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, memastikan bahwa rotasi darurat ini mengikuti mekanisme Peraturan Dewan Komisioner OJK.
“OJK menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kelancaran pelaksanaan tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta pelindungan konsumen dan masyarakat,” tegas Ismail dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).
OJK juga akan melakukan penajaman terhadap seluruh kebijakan dan program strategis untuk merespons dinamika sektor keuangan, sembari memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.










