GESAHKITA – Pemerintah terus memperkuat daya dorong ekonomi nasional demi mencapai target pertumbuhan pada tahun 2025, terutama melalui sektor perdagangan dan konsumsi rumah tangga. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meluncurkan Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) 2025 sebagai bagian dari strategi tersebut.
Dalam acara peluncuran di Gandaria City Mall, Jakarta, Kamis (4/12), Menko Airlangga menyampaikan bahwa kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB nasional mencapai 53,14% pada Triwulan III-2025. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2025 juga berada pada level optimis 121,2, meningkat dari bulan sebelumnya.
“Seluruh risiko ke depan sebetulnya sudah price in di dalam rupiah, di dalam tingkat suku bunga, dan tingkat penyaluran kredit. Dan berharap UMKM bisa meningkatkan produksinya ke depan,” tutur Menko Airlangga.
HARBOLNAS 2025 Targetkan Transaksi Rp35 Triliun
Pemerintah mendorong penguatan konsumsi masyarakat melalui belanja offline (program EPIC Sale dan BINA Indonesia Great Sale) maupun online (HARBOLNAS).
HARBOLNAS, yang terbukti efektif selama lebih dari satu dekade, pada tahun 2024 mencatat transaksi Rp31,2 triliun, dengan kontribusi produk lokal mencapai 51,6%. Untuk tahun 2025, program ini menargetkan peningkatan transaksi minimal 10% menjadi Rp35 triliun dan mendorong partisipasi 1.000 pelaku UMKM.
Program HARBOLNAS 2025 akan berlangsung pada tanggal 10–16 Desember 2025, mengusung tema #NyatakanCintaNusantara.
“Program ini untuk mendorong pertumbuhan di bulan Desember. Jadi bersama dengan program EPIC Sale dan program BINA Great Sale, target spending di bulan Desember Rp110 triliun. Jadi harapannya ini bisa jadi mengungkit pembelian. Kemudian tentu produk lokal kita harapkan bisa ditingkatkan,” ujar Menko Airlangga.
Untuk menjamin akurasi data, pencatatan transaksi tahun ini dipantau secara independen oleh Nielsen IQ.
Dukungan Diskon Transportasi untuk Mobilitas Akhir Tahun
Lebih lanjut, Pemerintah juga mengeluarkan Program Diskon Transportasi Nasional yang mencakup empat moda utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2025 melalui konsumsi rumah tangga:
-
Kereta Api: Diskon 30%.
-
Angkutan Laut (PELNI): Diskon 20% dari tarif dasar kelas ekonomi.
-
Penyeberangan (ASDP): Pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan (setara diskon rata-rata 19%).
-
Angkutan Udara: Potongan harga 13–14%.
“Kami berharap bahwa dengan kegiatan ini mobilitas bisa menjadi tinggi, dan jumlah orang Indonesia yang berkeliling untuk liburan akhir tahun juga bisa meningkat. Karena ini diharapkan pertumbuhan di kuartal keempat Indonesia berada di range antara 5,4 sampai 5,6 persen. Jadi konsumsi diharapkan menjadi pengungkit,” pungkas Menko Airlangga.










