APA KABAR PERPUSTAKAAN?

  • Bagikan
Rahmat Adi Prasetia, Mahasiswa Jurusan Prodi, Ilmu Perpustakaan, Universitas Islam Raden Fatah palembang
Rahmat Adi Prasetia, Mahasiswa Jurusan Prodi, Ilmu Perpustakaan, Universitas Islam Raden Fatah palembang

PALEMBANG, GESAHKITA COM–Perpustakaan merupakan gudangnya ilmu dan pengatahuan yang sangat diperlukan bagi manusia, informasi telah menjadi kebutuhan kehidupan manusia perpustakaan sebagai pengelola dan tempat penyimpanan informasi dapat kita katakan sebagai jantungnya sebuah peradaban.

Perpustakaan juga memiliki fungsi lainnya seperti yang tercantum dalam UU No.43 Tahun 2007 pasal 3 ayat 1 yang berbunyi “Penyelenggaraan perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.

Pada penghujung tahun 2019 terjadi Pandemi COVID-19 yang merupakan bagian dari pandemi penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Coronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2), (wikipedia).

Dimana sepanjang tahun 2019 hingga sekarang  setiap aktivitas terasa dibatasi, Sejak menyebarnya pandemic ini. Bagaimana dengan perpustakaan, semua kegiatan dibatasi dengan berbagai kebijakan seperti penghentian dan ditutupnya perpustakaan untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Sumsel Satu Desa Satu Perpustakaan : Sinergi Pemkab Oku Selatan dan Pemprov Sumsel, Ciptakan Masyarakat Cerdas

Karena dampak pandemi saat ini, dengan berbagai keterbatasan, perpustakaan dituntut untuk berinovasi dalam melayani pemustaka agar tetap dapat memberikan layanan prima sebagaimana kondisi normal.

Walaupun perpustakaan masih tetap buka ada beberapa hal yang terkadang tidak kita dapatkan dalam layanan seperti baca ditempat tidak bisa dipinjamkan ataupun waktu buka perpustakaan dipersingkat.

Demi menunjang tujuan tersebut maka perpustakaan membutuhkan banyak perubahan, terutama mempromosi koleksi perpustakaan yang bersifat mempermudah, mempercepat dan lebih akurat dalam temu kembali.

Mungkin beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai prinsip layanan perpustakaan pada masa pandemi, dimana layanan perpustakaan masih tetap dibuka dengan beberapa kebijakan dari pemerintah dan status dari tiap wilayah agar perpustakaan tidak menjadi tempat penularan.

Diantaranya, dimana setiap perpustakaan harus memperhatikan prioritas kesehatan mereka maupun pemustaka.  Meskipun dalam kondisi pandemic perpustakaan diharapkan mampu memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan para pemustaka, dengan beralih ke perpustakaan digital yang  dapat diakses melalui jaringan internet, akses koleksi digital baik ebooks, ejournal maupun surat kabar bisa diakses dimana dan kapan saja dalam genggaman pemustaka.

Baca Juga :  Minat Baca Indonesia Perlu Didongkrak Dari Keberadaan Perpustakaan
Kampus UIN Raden Fatah Palembang
Kampus UIN Raden Fatah Palembang

Pada era saat ini dimana semua hal serba digital dan informasi harusnya mudah diakses, perpustakaan membenahi diri menciptakan sebuah layanan yang tidak  berpengaruh dalam layanan sirkulasi.

Segala aktivitas selayaknya mengarah kepada penerapan teknologi yang tercipta untuk dimanfaatkan dan didayagunakan. Bukan saatnya lagi teknologi menjadi sebuah hambatan untuk melangkah lebih maju

Apa kabar perpustakaan, kita tidak perlu khawatir bila tidak datang langsung ke perpustakaan karena hampir setiap perpustakaan menyediakan website atau situs yang dapat kita akses, dan masih tetap buka bagi siapapun yang membutuhkan informasi. Selaiknya pandemic tidak menghambat penyebaran informasi bagi siapapun yang mencari pasti akan sampai padanya.(*)

 

Ditulis Oleh Rahmat Adi Prasetia, Mahasiswa Jurusan Prodi, Ilmu Perpustakaan, Universitas Islam Raden Fatah palembang

 

 

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan