Pedagang Kecil Keluhkan Tingginya Harga LPG 3 Kg

pedagang gorengan keluhkan harga LPG

BANYUASIN, GESAHKITA COM — Gas elpiji (LPG)3 Kg utamanya diperuntukkan bagi rakyat kecil dengan harga yang disubsidi pemerintah. Namun kenyataannya di lapangan, harga jual gas tersebut jauh lebih mahal.

Pedagang kecil makanan yang berupa penjual gorengan dan gado-gado pun menjerit terdampak tingginya harga Liquefied Petroleum Gas,  (LPG) 3 Kg hingga mencapai 22.000 sampai Rp 25.000 ribu per tabung.

Seperti yang dituturkan Yulian, penjual gorengan dan gado-gado yang tinggal tepatnya di simpang pulau rimau desa lubuk lancang kecamatan Suak Tapeh kabupaten Banyuasin . Dia mengaku susah untuk mendapatkan LPG 3 Kg di pangkalan resmi lantaran stoknya terbatas atau kosong.

“Kalau beli di warung biasanya Rp 20.000 sampai Rp 22.000 ribu. Saya justru kerap kali kesulitan mendapatkan harga murah yang disubsidi pemerintah itu lantaran stok di pangkalan terbatas, tidak seimbang dengan permintaan tinggi dari konsumen.” tuturnya kepada awak media ini. Rabu, (7/01/2020).

Sebagai pedagang kecil, penjual gorengan dan gado-gado ini menghidupkan kompor dari sejak pagi memulai berjualan hingga sore. Yulian menghabiskan satu tabung LPG 3 kg.

Tingginya harga LPG 3 kg terpantau juga diwilayah kelurahan kecamatan Banyuasin didapati di warung pengecer RP. 24.000,- hingga Rp. 25.000,’ per tabung.

Sementara, Kepala dinas koprasi, perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan untuk masalah keluhan masyarakat dan pedagang kecil terkait mahalnya harga LPG 3 kg tersebut akan melakukan pengecekan kelapangan.

“Untuk masalah diatas kami akan melakukan cek kelapangan dan nantinya akan kami koordinasikan dengan pihak Pertamina dan penyalur.” Tulis dia melalui pesan singkat WhatsApp saat dikonfirmasi media ini.

 

Penulis : Indera Gesahkita/ril IWO

banner selamat menunaikan ibada puasa

banner selamat menunaikan ibada puasa

banner selamat menunaikan ibada puasa

hari santri nasinonal

Tinggalkan Balasan