hari jadi kota pasuruanisra miraj hut oku selatan, hari jadi oku selatan

Permainan Catur dan Asal Usul Nya

JAKARTA, GESAHKITA COM–Permainan Catur kerap kali menjadi buah bibir bagi sekelompok orang apa lagi jika itu dikaitkan dengan hal hal berbau strategis, taktik dan kemampuan.

Dengan kata lain Catur  mengharuskan pemainnya berpikir lebih tajam dan selangkah lebih maju dari lawannya tetapi pada rentang waktu yang sempit harus memutuskan langkah terbaik yang harus diambil untuk memenangkan permainan. Wajar saja,  seringkali kemampuan bermain catur yang mumpuni diasosiasikan dengan tingkat intelegensi dan IQ yang tinggi.

Asal Usul Catur Catur

Sejauh ini, belum ditemukan catatan sejarah resmi yang pasti tentang awal mula olahraga catur, namun beberapa sumber terpercaya seperti H. J. R. Murray, penulis buku History of Chess (1913), catur berasal dari India dan mulai ada pada abad ke-6.

Diungkapkan nya, bahwa catur dikenal dengan nama chaturanga, yang artinya empat unsur yang terpisah. Pada awalnya, bidak-bidak catur memang hanya dibagi menjadi empat jenis, bukan enam seperti sekarang ini. Hal ini sesuai dengan kepercayaan India kuno, yang mengenal empat unsur kehidupan yang hakiki, yakni api, udara, tanah dan air.

Karakter pada bidak-bidak catur di masa itu disesuaikan dengan kepercayaan tersebut sehingga dianggap sebagai simbolisasi cara-cara hidup manusia. Kemudian,  dalam permainannya, catur mengandalkan analisa dan ketajaman otak pemain, disertai keterampilan strategi dalam menentukan langkah, rencana, risiko, serta menentukan kapan harus berkorban agar menang.

Unsure karakterisasi ini, juga sering ditemui dalam berbagai aspek kehidupan sehingga olahraga ini cepat mendapat tempat di hati masyarakat zaman tersebut.

Namun begitu, berbeda pula dengan pendapat Samuel Howard Sloan, seorang pemain catur, penerbit dan tokoh politik asal Amerika Serikat yang banyak mempelajari sejarah catur.

Sloan berpendapat, jika memang catur awalnya ditemukan di India, seharusnya permainan tersebut akan muncul dalam literatur-literatur Sanskrit atau Sansekerta. Faktanya, tak ada satu pun literatur Sanskrit di India sebelum abad ke-6 yang menyebut soal permainan catur tersebut.

Lebih lanjut menurut Sloan, para pujangga-pujangga di Tiongkok sebaliknya, sudah menyebutkan permainan ini dalam syair-syair mereka, 800 tahun sebelumnya. Sehingga menurut Sloan, Negeri Tirai Bambu adalah tempat asal permainan catur dan papan catur di masa itu tidak berbentuk kotak seperti sekarang, melainkan berbentuk bulat. Kemudian, bidak-bidak catur just dibagi menjadi empat jenis, yakni raja, benteng, menteri dan kuda.

Meski begitu, apa pun pendapat diatas itu satu hal yang jelas, olahraga catur baru berkembang pesat sejak dibawa oleh orang-orang Islam ke seluruh penjuru dunia, khususnya ke benua Eropa lewat bangsa Moor yang menaklukkan Spanyol pada abad ke-8.

Berangkat dari Spanyol, selanjutnya catur mulai berkembang ke negara-negara Eropa lainnya seperti Jerman, Italia, Belanda (yang kemudian membawanya ke negara kita Indonesia), Inggris, Irlandia dan Rusia.

Pada negara-negara Eropa inilah permainan catur banyak dimodifikasi dan dikembangkan sehingga perlahan-perlahan menjadi seperti catur yang kita kenal sekarang ini.

Seiring dengan waktu, beberapa perubahan yang dilakukan seiring dengan perubahan peradaban termasuk kotak-kotak dalam papan catur yang mulai berwarna hitam dan putih sejak abad ke-10, dimana sebelumnya kotak-kotak tersebut berwarna sama dan peraturan bahwa pion boleh maju dua kotak pada langkah pertama dan ratu bisa bergerak lebih leluasa secara diagonal.

Belum lama ini, sebuah tim arkeologi dari Inggris berhasil menemukan petunjuk baru tentang sejarah catur dari hasil penggalian yang mereka lakukan di area kerajaan Byzantine, yang sekarang merupakan daerah di sekitar Albania Selatan.

Ekspedisi tersebut  mengungkapkan bahwa penemuan ini menguak fakta baru tentang catur, di mana permainan tersebut sudah mulai populer di Eropa sejak abad ke-6, yang berarti olahraga ini mungkin lebih tua sekitar 500 tahun dari yang diperkirakan sebelumnya.

Malahan saat ini, catur sudah berkembang menjadi salah satu permainan papan paling populer di dunia. Komite Olimpiade Internasional bahkan telah mengakui catur sebagai salah satu cabang olahraga dan sudah dipertandingkan di Asian Games 2006 dan 2010.

Belum lagi,  Peraturan-peraturan dalam catur yang mulai dibentuk sejak Abad Pertengahan terus dimodifikasi sampai awal abad ke-19. Kini, peraturan-peraturan tersebut ditetapkan oleh badan pemerintahan catur internasional FIDE (Fédération Internationale des Échecs) atau World Chess Federation, yang dibentuk pada tanggal 20 Juli 1924 dan bermarkas di Lausanne, Swiss.(red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *