hari jadi kota pasuruanisra miraj hut oku selatan, hari jadi oku selatan

SMAN 12 Palembang Miliki Hidroponik Wick System

PALEMBANG, GESAHKITA COM–Lili Rahmawati SPd MM, Kepala Sekolah SMAN 12 Palembang Selalu ramah dengan siapa saja dan ketika ada tamunya dengan senang hati juga Ibu Kepsek ini mempersilahkan untuk duduk diruang tamu kepala sekolah, SMAN 12 beralamat di Jalan  Syakiakirti, Lorong Pancasila Kel. Karang Jaya Kec. Gandus. Palembang.

Bincang bincang awak media dengan kepala sekolah dan guru guru biologi apa saja yang telah dilakukan sekolah yang melibatkan masyarakat sekitar sekolah dalam pelestarian lingkungan, ternyata sekolah ini telah ikut memberdayakan masyarakat sekitar sekolah terutama di masa bencana kesehatan Covid-19 ini.

Sekolah memberikan pelatihan cara membuat kompos dan menanam sayuran dengan metode hidroponik wick System atau sistem sumbu.

Kepsek SMAN 12 Palembang
Kepsek SMAN 12 Palembang (tengah) Pose Bersama Staff Wakil dan guru berikut Sekuriti

kenapa ini dilakukan oleh sekolah dan ibu ibu Dharma Wanita dilingkungan sekolah tersebut, menurut ibu Lili Rahmawati SPd MM,” siswa dari sekolah ini mayoritas orang tuanya berasal dari keluarga menengah kebawah, banyak limbah rumah tangga ada yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia yaitu sampah anorganik khususnya sampah plastik, yang keberadaannya kadang dianggap kecil. Plastik memang salah satu ‘musuh’ terbesar lingkungan, botol plastik bekas minuman dalam kemasan salah satunya”.

Seperti yang diketahui bahwa plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena sifat plastik yang memang susah diuraikan oleh tanah meskipun sudah tertimbun bertahun tahun lamanya. Pemanfaatan sampah anorganik adalah salah satu cara yang bisa dilakukan oleh siswa dan masyarakat sekitar sekolah untuk menjaga kelestarian lingkungan disekitar mereka,  sekaligus memanfaat Limbah yang tadinya di anggap tidak berguna sekarang bisa berguna dan dimanfaatkan sebagai media tanam.

Konsep hidroponik sumbu atau sistem wick menggunakan botol plastik bekas sebagai media tanamnya.

Dijelaskan Lili Rahmawati “Sistem Wick adalah sistem yang paling sederhana dari ke 6 dasar sistem hidroponik” jelasnya baru baru ini.

Sistem tanam wig Ini adalah sistem pasif, yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu, biasanya sumbu menggunakan kain flannel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air. Sistem wick biasanya menggunakan media tanam seperti Rockwool, Perlite, Vermiculite, batu kerikil, hydroton, sekam bakar, dan cocopeat.

tanaman sayur, dengan memanfaatkan bahan sekitar, semisal botol plastik bekas, bisa dijadikan mdia tanam pot, karya SMAN 12 Palembang

Berikut cara Membuat Hidroponik Wick System

Potong botol minuman bekas menjadi dua dengan menggunakan cutter, pisau, atau gunting. Pastikan ukuran botol bagian bawah lebih besar daripada ukuran bagian atas.

Tuangkan air ke dalam bagian botol bawah lalu masukkan pupuk nutrisi A & B sesuai takaran. Perbandingannya, masing-masing 5 ml untuk setiap liter air. Sisihkan.

Lubangi permukaan pada bagian leher botol dengan menggunakan paku kecil di beberapa titik. Lubangi juga bagian penutup botol sebagai jalur masuk sumbu nantinya.

Masukkan sumbu, kain bekas, atau kain flannel ke dalam celah penutup botol yang akan dibuat. Pastikan sumbu cukup panjang di kedua sisi agar dapat menyerap air yang akan dituangkan dan juga mengenai bagian benih tanaman. Lalu letakkan dengan posisi terbalik ke dalam botol yang telah berisikan air.

Masukkan benih yang masih tertanam pada rockwool ke dalam bagian botol yang telah dibalik.

Pastikan benih terkena dengan bagian sumbu yang sudah terbasahi dengan larutan nutrisi dan air. Anda juga bisa menggunakan media tanam seperti sekam bakar, batu bara merah yang telah dihancurkan, serta spon untuk menjaga bentuk tanamanan agar tiduk mudah patah.

Letakkan botol di area yang ramah sinar matahari namun tidak rawan terkena hujan agar benih tumbuh dengan baik.

Lakukan proses tersebut untuk membuat media tanam lainnya.(goik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *