hari jadi kota pasuruanisra miraj hut oku selatan, hari jadi oku selatan

Tradisi Ziarah Kesultanan Palembang Darussalam Tetap Hidup, SMB IV Bersama Keluarga Ziarah ke Kawah Tekurep

PALEMBANG, GEAHKITA COM–Jika kita menelusuri kampung kampung atau desa desa tua baik itu di sepanjang Sungai Musi maupun anak anak sungai yang termasuk dalam rangkaian sungai batang hari sembilan,  maka kita akan mendapati bahwa tiap tahun nya  pada perayaan hari kedua lebaran Idul Fitri dimulai semenjak pagi hari ramai ramai warga masyarakat melaksanakan Ziarah ke makam orang tua, kakek nenek hingga  puyang puyang mereka guna mendoakan serta membersihkan makam yang biasa nya dilakukan secara turun temurun pula.

Namun begitu, ada juga yang melaksanakan ziarah tersebut tidak harus menunggu hari lebaran saja, hari hari biasa pun banyak dari masyarakat yang melakukan itu.

Nuansa ziarah tersebut menjadi bukti tak bisa dibantahkan ajaran Islam serta nuansa Kesultanan Darussalam telah tumbuh kembang dan hingga saat ini pun masih tumbuh di wilayah ini.

Betapa tidak terlepas dari segala urusan dunia,  dengan Darussalam nya itu, hal hal urusan  akhirat (akhir hayat ) yakni ziarah ke makam orang tua, hal itu dilakukan menjadi cerminan bagi masyarakat untuk dijadikan pijakan  hidup yang harus diimani bahwa hidup selalu ada batas.

Sehingga diyakini jua bahwa setelah wafat nya seseorang 3 perkara yang dapat menolong  salah satu nya yakni doa anak yang soleh dan soleha selain ilmu yang bermanfaat dan amal jariah.

Suasana Ziarah SMB IV bersama Keluarga
Suasana Ziarah SMB IV bersama Keluarga

Kembali ke tradisi ziarah ternyata di Kota Palembang, yang secara posisi geografis berada di hilir Sungai Musi dan anak anak nya yakni Sungai Batang hari sembilan juga tetap berlangsung tradisi ziarah tersebut,  namun tak sekental nuansa tradisi di kampung kampung  sebab kemajemukan masyarakat serta dinamika pola hidup berbaur sedemikian rupa.

Kemudian juga kondisi pandemi yang masih berlangsung maka pembatasan pun diberlakukan, maka masyarakat untuk berziarah secara bergilir saja dan diawasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Tradisi Ziarah Kesultanan Palembang Darussalam

Tradisi Ziarah Kesultanan Palembang Darussalam  itu ternyata memang masih hidup dan itu dilakukan oleh Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn bersama keluarga.

SMB IV pada lebaran hari ke dua idul fitri 1442 H tahun 2021 ini8 melakukan ziarah ke makam leluhur di kawah tekurep, kawasan Boom Baru, Palembang, Jumat (14/5) di hari kedua Lebaran 1442 H.

Dalam ziarah tersebut SMB IV melakukan ziarah ke makam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) III Prabu Diradja, Kombes Pol (Pur) Drs. Raden Muhammad Sjaefei Diradja, SH yang merupakan orang tua dari SMB IV lalu dilanjutkan ke ziarah makam SMB I lalu ke makam Sultan Ahmad Najamuddin, makam Sultan Muhammad Bahaudin dan makam susuhunan Husin Dhiauddin.

SMB IV mengaku sudah menjadi kebiasaan dan tradisi dari zuriat Kesultanan Palembang Darussalam di hari raya Idul Fitri melakukan ziarah ke makam kawah Tekurep Palembang.

Menurutnya di dalam makam kawah tekurep tersebut dimakamkan SMB III lalu SMB I Jayo Wikramo yang merupakan leluhurnya .

Suasana Ziarah SMB IV
Suasana Ziarah SMB IV

“ Setelah ke makam SMB I lalu ke makam anaknya Sultan Ahmad Najamuddin, Sultan Muhammad Bahaudin dan lain-lain, sedangkan SMB II yang diasingkan ke Ternate, yang kita ketahui bahwa perjuangan beliaulah Palembang bisa besar tapi karena keserakahan dari pada VOC dan Belanda akibatnya kita dihancurkan, banyak sekali adat, budaya kita yang hilang, jadi kita sebagai penerus harus melestarikan adat dan budaya Kesultanan Palembang Darussalam, mudah-mudahan kedepan semua peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam tidak hilang,” katanya.

SMB IV berharap semoga dengan ziarah ini masyarakat Palembang akan selalu mengingat jasa – jasa mereka dan selalu merawat dari peninggalan dari Kesultanan Palembang Darussalam.(goik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *